Persiapan Jelang GP Prancis
Mei 17, 2008
PARIS - Tim-tim yang berlomba di arena MotoGP harus melakukan persiapan ekstra menjelang GP (Grand Prix) Prancis akhir pekan ini. Fokusnya bukan satu seri itu saja, melainkan empat seri berikutnya. GP Prancis merupakan awal dari rentetan periode tersibuk MotoGP musim ini.
Dikatakan paling sibuk karena setelah balapan di Le Mans, ada empat GP pada Juni. Keempatnya adalah GP Italia di Sirkuit Mugello (1/6), GP Catalunya di Sirkuit Catalunya (8/6), GP Inggris di Donington Park (22/6), dan GP Belanda di Sirkuit Assen (28/6).
Jadwal sibuk itu merupakan jalur cepat bagi siapa saja untuk meninggalkan para pesaing. Pembalap atau tim yang paling konsisten akan keluar dari periode tersebut sebagai yang terdepan. Sampai GP Belanda, akan dilalui sembilan seri. Itu berarti menyelesaikan setengah musim sebagai yang terdepan. Perlu diingat, rangkaian musim ini berjalan dalam 18 seri.
Menghadapi periode supersibuk tersebut, superstar MotoGP Valentino Rossi termasuk yang beruntung. Dia telah mengantongi momen kebangkitan sesudah mendapatkan kemenangan pertama musim ini di GP Tiongkok lalu.
“Kami akan datang ke sana (Le Mans, Red) dengan kepercayaan diri tinggi setelah hasil fantastis di Shanghai. Saya yakin bisa meraih hasil terbaik,” kata Rossi.
Juara bertahan Casey Stoner dan Ducati, yang sebenarnya kurang kompetitif di Le Mans, juga tidak kehilangan semangat. Kemenangan dalam seri ini memang sangat penting bagi rider asal Australia itu. Jika gagal meraup poin maksimal, dia akan semakin tertinggal. Sampai seri keempat, dia masih terpuruk di peringkat keempat dengan sekali kemenangan.
“Saya tidak memiliki hasil yang bisa dibanggakan di Le Mans sebelumnya. Namun, tahun lalu saya cukup cepat dalam sesi latihan. Kalau saja tidak turun hujan ketika lomba, saat itu mungkin saya tidak hanya di podium, tapi bisa juara,” beber Stoner.
Pemimpin klasemen sementara Dani Pedrosa dari Repsol Honda juga tidak bisa dianggap remeh. Pembalap mungil itu memiliki rekor yang baik di sirkuit legendaris tersebut. Dia membukukan kemenangan di kelas 125 cc pada 2003 serta kemenangan di kelas 250 cc pada 2004 dan 2005. Di kelas MotoGP, sebelumnya dia sukses merebut posisi ketiga dan keempat.
Jorge Lorenzo yang bakal datang dalam kondisi kurang fit karena cedera engkel juga tidak bisa diremehkan. Di Tiongkok dia sukses merebut posisi keempat dengan menahan sakit. Kekuatan mentalnya bisa mengalahkan sakit yang dia derita.
Bukan hanya tim besar, tim satelit pun tidak kalah bersemangat. Honda Gresini adalah salah satu yang paling sibuk mempersiapkan diri. Mereka sangat membutuhkan tambahan poin setelah empat seri dilalui dengan mengecewakan. Dua pembalap yang mereka miliki, Shinya Nakano (Jepang) dan Alex de Angelis, belum bisa kompetitif. Di klasemen pembalap, Nakano masih terdampar di peringkat ke-12 (22 poin), sedangkan De Angelis di peringkat ke-16 (7 poin).
“Le Mans memiliki keuntungan bagi motor kami. Lintasan lurus tak panjang. Jadi, kami seharusnya mampu mencapai catatan terbaik,” ujar pemilik Honda Gresini Fausto Gresini.
Keyakinan Gresini itu didukung komponen baru yang diberikan Honda untuk RC212V. Di kedua motor Gresini, akan dipasang sistem pergantian gigi baru mulai akhir pekan ini.
Sikap optimistis juga dinyatakan rookie Andrea Dovizioso. Pembalap Italia yang memperkuat JiR Team Scot Honda itu berharap dapat melanjutkan penampilan bagusnya di Sirkuit Le Mans. “Sebuah kesempatan yang hebat bagi kami karena saya sangat menyukai sirkuit ini. Saya juga selalu mendapatkan hasil yang bagus saat di 125 cc dan 250 cc,” ujarnya.
Menurut Dovizioso, Le Mans adalah sirkuit yang lambat. Motor Honda RC212V yang dipakainya akan cocok dengan sirkuit itu. “Moral saya dan tim sedang tinggi. Kami sangat lapar untuk meraih poin dan sangat termotivasi,” tambah Dovizioso.
