Wisata kota Tua
Mei 17, 2008
Mungkin tidak banyak yang mengetahui ada wisata kota tua di Jakarta. Berdiri ditengah-tengah Taman Fatahillah, seakan kembali ke masa lalu. Memang kawasan ini adalah wilayah kota tua. Berdiri sejak abad ke-17. Kini, menjadi salah satu tujuan wisata di Jakarta, tepatnya Jakarta Barat.
Konon, menurut sejarah, kota tua Jakarta dibangun di lahan seluas 15 hektar. Tepatnya di lahan bekas Sunda Kelapa pada tahun 1527. Kota ini dibangun oleh Fatahillah dan diberi nama Jayakarta.
Sayangnya, kota ini hancur diserang oleh VOC Belanda. Baru pada tahun 1620, pemerintah Belanda membangun kota Batavia. Tempatnya agak bergeser dari lokasi semula, tepatnya sebelah timur sungai Ciliwung. Pusat kotanya terletak di sekitar Taman Fatahillah sekarang.
Sebagai pusat kota, sudah tentu segala kegiatan bermuara di sana. Mulai dari pemerintahan, perdagangan hingga tempat berkumpulnya masyarakat. Kala itu, Sinyo dan Noni Belanda kerap menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan di Stadhuisplein atau Taman Fatahillah. Sementara para pejabat pemerintah sibuk mengatur jalannya roda pemerintahan dari gedung Balaikota. Gedung Balaikota yang megah itu berdiri tepat di depan Stadhuisplein. Hingga saat ini masih kokoh berdiri, namun, fungsinya
telah berubah menjadi museum Sejarah Jakarta. Di sini tersimpan berbagai macam barang yang memiliki nilai historis.
Tepat di sebelah timur Taman Fatahillah terdapat bangunan klasik bekas gedung pengadilan. Gedung yang dibangun tahun 1870 itu dipakai sebagai museum seni rupa dan keramik. Berbagai koleksi keramik dari jaman dahulu kala tersimpan di sini. Begitu juga dengan patung dan lukisan para maestro Indonesia. Berseberangan dengan museum senirupa dan keramik, terdapat sederet bangunan bergaya gudang. Ukurannya lebih kecil dibanding dua museum terdahulu. Sebab, dulu bangunan itu dipakai untuk kegiatan bisnis.
Kini, di salah satu bangunan itu berdiri tegar museum wayang. dulu, lebih dikenal dengan nama museum oud batavia. Walau namanya museum wayang, koleksinya tak melulu wayang. Berbagai prasasti dan nisan ikut disimpan di sini.
Sebagai kawasan wisata, tidak hanya museum yang bisa dinikmati. Kehadiran dua buah restoran bergaya kuno turut melengkapi keindahan daerah ini. Tidak hanya itu, untuk menjangkau daerah ini pun terbilang mudah.
Anda bisa memilih beragam transportasi untuk menuju ke sana. Mulai dari kereta api, bus, mikrolet, busway jurusan kota, hingga ojek sepeda. Jadi, jangan ragu lagi untuk mengajak keluarga Anda berpesiar ke kota tua Jakarta. Jadi untuk mari kita sukseskan program pemerintah visit Indonesia 2008. Kamsah hamidah
